Monday, September 14, 2020

Dari Corona Hingga Bencana Banjir

 Cek cek... cekk... 1..2..3.... apa kabar kita semua nya? Gimana kabar nya saat ini? Masih begelut ketakutan akan virus covid-19 ataukah sudah terbiasa dengan virus tersebut? Harapan saya semoga baik-baik saja yaa. Ingat dimasa new normal begini tetap harus selalu sehat dan tetap baik-baik saja yaa.. jangan panik jangan risah. Bersyukur karena sudah diberi kesempatan untuk bisa berpergian kesana sini walau harus mengikuti protokol yang ada seperti wajib menggunakan masker, cuci tangan, berbekal hand sanitizer yaa.. biar tetap bisa bergerak aja. Hehe..
Oke langsung aja nih yaa.. berbicara Tahun 2020 ini sampai pada saat ini sudah hampir di penghujung tahun 2020 tepat nya sekarang sudah hampir pertengahan bulan September, tidak banyak hal yang kita lakukan namun banyak hal yang kita hilangkan. Misalnya ada beberapa dari kita kehilangan pekerjaan, kehilangan seseorang mungkin dan semoga tidak kehilangan jati diri sebagai manusia yaa.. hehe

Bagi saya pribadi, saya sendiri sudah merasa kehilangan banyak di Tahun 2020 ini, pertama saya kehilangan kebebasan saya dalam berpetualang, kedua saya kehilangan beberapa pekerjaan,dan ketiga saya merasa bahwa kalimantan khususnya kalimantan barat kehilangan status nya sebagai Jantung Borneo. Kenapa saya bilang begitu? Terutama di tahun 2020 bencana banjir terjadi sudah dua kali yang lumayan parah dan bahkan mematikan aktifitas masyarakat dan warga nya di masing-masing daerah yang terkena banjir. Beberapa daerah yang saya ketahui terkena banjir itu sendiri mancakup Kabupaten Kapuas Hulu, kabupaten sintang dan melawi. Itu yang saya ketahui saat ini.

 

Foto terkini banjir di kabupaten kapuas hulu. Foto istimewa oleh : Tomy wdf


Foto terkini banjir di kabupaten sintang,foto istimewa oleh: Emanuel luis

 

Foto terkini banjir di kabupaten melawi, foto istimewa oleh: Yeri Oscar

Nah dalam bencana alam seperti ini siapa yang ingin kita salahkan? Pemerintah? Masyarakat? Diri kita sendiri? Ataukah alam sendiri? Saya rasa kita tidak perlu untuk menyalahkan pihak manapun dan pribadi manapun. Kita cukup menjadikan ini semua sebagai pembelajaran kita saja yang kesekian kalinya, walaupun sebelum nya pernah terjadi tapi masih dianggap kurang pemahaman nya bagi kita. Hingga kita masih melakukan kesalahan yang sama dalam menjaga alam dan lingkungan kita. Saya sadar sampai pada saat tulisan ini saya buat saya tidak lebih baik dari siapapun.  Tapi mungkin saya berani bilang kalau saya mau belajar menuju hal lebih baik untuk menjaga supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi. Namun saya hanya sendiri jika di bandingkan dengan jumlah penduduk kalbar yang mencapai 5.457.352 jiwa yang tercatat Tahun 2020 ini (sumber data dari dukcapil.kalbarprov.go.id)
Tulisan ini bukan bermaksud untuk menebarkan kebencian atau apapun itu hal-hal negative, namun tulisan ini dibuat karena rasa iba atau peduliku karena melihat kondisi lingkungan kita di tahun 2020 ini sangat memprihatinkan sekali menurut saya. Ibarat kata orang bilang, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Corona belum berakhir dihantam banjir pula kan.

Namun hal positive nya yg patut saya acungkan jempol disini adalah bencana menjadikan kita memiliki kepedulian yang besar terhadap sesama yang terkena bencana tersebut, baik dukungan moral,materi dan tenaga yang dibuat oleh teman-teman aktivis dan ormas-ormas yang ada saat ini sangat membantu korban bencana. Hal lain yang saya banggakan sebagai orang kalbar asli adalah masyarakat yang terkena banjir mereka menyambutnya dengan lapang dada dan ada yang menjadikan sebagai wahana untuk berekreasi air dan bermain. Terlihat jelas di foto-foto yg teman-teman saya kirimkan kepada saya dalam tulisan ini yang saya cantumkan. Mungkin bukan karena mereka kehilangan rasa sedihnya, melainkan itu cara mereka untuk menghadapi situasi yang sulit seperti ini, dengan tidak larut dalam kesedihan yang mendalam. Dan lebih memilih untuk tertawa dan berlapang dada untuk menerima nya.
 Akhir dari tulisan ini yang ingin saya sampaikan adalah orang-orang di luar kalimantan mengenal pulau kalimantan adalah pulau yang kaya dan makmur secara kekayaan alam, sehingga tidak mungkin kita mengalami kesusahan disini. Tapi satu hal yang mereka tidak ketahui, mereka hanya melihat sisi luar yang indah nya saja, sehingga tidak sadar akan kesedihan dan tangisan masyarakat di dalam nya. Sama seperti kita yang terlihat baik-baik saja tapi sebenar nya kita tidak baik baik saja dalam menjalani hidup kita. Terima kasih dan maaf atas segala ketidak sengajaan yg terdapat di dalam tulisan ini.




Tuesday, June 25, 2019

Tentang Pagi Yang Kita Rindukan

Tentang pagi yang selalu kita rindukan, Rindu akan sauasana nya, Rindu juga akan kelembaban Embun nya, Rindu keramahan nya. Terlepas dari itu semua hanya pembuka bagi siang dan malam yang begitu kacau dan riuh akan suasana nya yang begitu penuh dengan suasana perkotaan. Namun dimana kita bisa bersembunyi dari keributan itu? Tentu saja kita tidak dapat menghindari nya. Justru kita dipaksa bersahabat dengan suasan yang begitu kita benci, Berpura-pura untuk terlihat tenang damai dan berbahagia akan suasana itu. Akan tetapi kita wajib untuk menjalankan hari-hari membosankan seperti biasa. Entah itu karena tuntutan tanggung jawab ataupun karena profesi.

Terlepas dari itu semua, Hal yang paling wajib harus kita nikmati adalah ketika kita masih diberi nafas dan kehidupan sehari-hari. Memang terkadang kita dipertemukan dengan rutinitas yang membosankan. Tapi coba kita berpikir sejenak ketika dipagi hari kita bangunkan dari tidur kita dan munkin ada yang dari pagi bertemu pagi lagi.Banyak yang harus kita sadari secara seksama dalam hal kecil sekalipun itu tidak kita inginkan.

Kembali ke pagi yang kita rindukan itu sebenarnya adalah hal yang paling tidak ingin untuk dibahas.Karena kadang hal yang kita rindukan justru adalah hal paling kita hindari, Mungkin juga sebalik nya. Tapi meski harus dibilang terlau lemah ataupun sok puitis ya itu terserah saja.karena pada dasarnya setiap orang memiliki sisi lembutnya. Bahkan seorang Jendral sekalipun bisa menangis karena merindukan seseorang ataupun sahabat nya. Jadi merindukan hal yang kita rasa itu penting itu sah-sah saja. Entah itu ucapan selamat pagi yang kamu dapatkan, Bahkan sapaan biasa yang orang lain anggap biasa saja.Tapi itu justru bukan menunjukan sisi kelemahan mu.Tapi justru itu adalah hal yang menunjukan kalau aku,kamu,dia,mereka dan kita itu masih manusia.

Karena hal yang paling sulit untuk dilakukan sekarang menurut saya adalah memanusia kan diri sendiri kita sendiri sebelum memanusiakan orang lain.Banyak yang bisa menyelesaikan study akademik nya dengan baik, dan sukses dalam hal nya ekonomi juga,tapi satu yang lupa kita lakukan yaitu kita melupakan moral. Dimana itu merupakan modal utama dalam kehidupan kita sehari-hari. Maka jangan takut untuk merindukan hal yang kita rindukan. Karena jujur saja sampai tulisan ini dibuat aku berhasil ditaklukan oleh rasa rinduku terhadap seseorang.yang dimana dia berhasil membuat aku untuk melakukan hal-hal yang bahkan dulu itu mustahil untuk aku lakukan,dan dia merubah sudut pandangku  tentang cara menyapa dan berkomunikasi dengan baik.yang dulu nya aku hanya cuek dan acuh tak acuh, sampai pada akhir nya aku merasa tidak baik untuk mengacuhkan perasaan diri sendiri. yang dulu nya ketika aku memulai sebuah pembicaraan dengan lawan jenis itu biasa nya aku menyapa dengan sebutan lo,gue,aku dan kau yang kesan nya begitu kasar.justru dia satu-satu nya wanita yang  berhasil membuat aku bertanya dengan kata, Kamu lagi apa? kamu kenapa? kamu baik-baik saja kan? mungkin itu yang nama nya kita di pertemukan dengan suasana dimana kita ingin memulai serius untuk menjalin hubungan dengan seseorang.

Dan inti dari semua bacotan yang aku buat diatas adalah aku merindukan sapaan mu di pagi hari dimana aku merasa bahwa hari-hariku terasa berbeda karenamu.Walaupun itu hanya sebatas chat saja karena mungkin karena jarak yang tidak seberapa ini. Dasar aku !!

Monday, May 27, 2019

Jalan Panjang Tak berujung

Jalan panjang tak berujung.Apa itu menurut kalian?Baiklah dari sini saya akan sedikit bercerita tentang hidup saya selama 24 Tahun ini.kenapa 24 Tahun?karena memang saya baru berumur 24 Tahun.banyak dari teman-teman saya bertanya tentang bagaimana saya menjalani hidup.saya hanya menjawab ini hidup saya.lalu muncul lagi pernyataan yang sedikit menyayat hati.seperti nya hidup kamu tidak memiliki ujung nya ded.terkadang pun aku memikirkan hal yang sama dengar mereka.aku berpikir bahwa jalan panjang tak berujung memang cocok untuk diriku.

Tapi apapun itu..dengarkan baik-baik bung saya masih memiliki satu keyakinan dalam hidup saya sediri bahwa hidup itu harus dilanjutkan.jadi jalani saja apa yang menurut kita baik dan benar.emang kadang jalan yang kita pilih sedikit berbeda daripada yang lain nya.tapi bukan kah menjadi berbeda itu baik?dan menjadi sama itu membosankan?mulai fokus sama keahlian yang bisa kamu kembangkan dan kamu bagikan di lingkungan sekitarmu.karena pada dasarnya setiap orang memiliki keahlian dibidang nya masing-masing.tidak ada salahnya sedikit mengambil keputusan yang beresiko dalam hidup kita.karena hidup itu adalah petualangan yang paling nyata.

Kenapa saya bilang seperti itu?kalau kita telaah jauh kebelakang dari kita dilahirkan sampai kita seumuran sekarang.proses yang telah kita lalui begitu banyak,mulai berbicara yang hanya bisa mengucapkan kata mama atau papa lalu bertemu teman-teman sebaya dan bermain tanpa beban sampailah kita diuji pada masa remaja dimana masa itu adalah masa-masa labil nya kita dan bahkan menjadi masa yang paling bahagia juga.karena masa-masa itu kita dipertemukan dgn orang-orang baru dalam hidup kita.dan bahkan kita akan dipisahkan dengan orang-orang yang paling kita sayang dalam hidup kita.

Karena hal itu aku harus memberikan judul dari sebuah perjalanan hidup ini menjadi Jalan Panjang Tidak Berujung.karena hari ini menjadi kisah hari ini,hari kemarin menjadi masa lalu,dan Hari esok menjadi misteri yang penuh ketidakpastian.karena sesuatu yang pasti dimasa depan adalah ketidakpastian yang akan datang.saya rasa cukup sekian bacotan saya di blog saya kali ini.mohon maaf jika apa yang saya tulis menyinggung anda.tapi sejujurnya tulisan ini adalah sedikit cerita dan curahan hati saya yang ingin saya bagikan kepada teman-teman semua nya.

Friday, March 8, 2019

Membagi Waktu

Membagi waktu


Berbicara tentang membagi waktu sebenarnya kalau menurut saya tidak ada orang yang benar-benar bisa membagi waktu.hanya saja bisa sedikit untuk mengatur waktu nya dgn rapi.misalnya hari ini kita memiliki beberapa janji bersama teman,saudara,client,dan orang lain yang baru kita kenal.itu lah mengapa bos-bos besar di perusahaan dan pejabat2 tinggi negara memiliki asiten pribadi untuk membantu nya dalam mengatur waktu.mengatur bukan berarti kita berkuasa penuh atas waktu ya.tapi mencoba menyelesaikan beberapa urusan yang harus kita selesaikan dalam beberapa pekerjaan kita.karena banyak sekali orang-orang yang mengatakan bahwa mereka kalah oleh waktu.sebenarnya mereka tidak kalah oleh waktu.hanya saja mereka kurang bersahabat dengan waktu sehingga mereka merasa terburu-buru dan merasa harus.

Kalau seandainya pun saya diberi kekuatan super untuk mengendalikan waktu.saya juga ingin mengulang waktu dimana saya bisa tertawa lepas tanpa mengenal beban dimana semua nya baik-baik saja tanpa masalah.tapi apa daya,saya hanya seorang manusia biasa yang punya banyak kekurangan dan kelemahan.misal nya hati gitu.hehe...
Tapi ya itu lah manusia,selalu memikirkan sesuatu yg benar-benar diluar batas nya.dan bukan kuasa nya juga.karena apa?karena itu semua sang pencipta sendiri yang mengatur.

Terlepas dari semua itu,mengatur waktu menurut saya sendiri secara pribadi dan pengalaman pribadi itu adalah memanfaatkan waktu yang ada dengan sebaik mungkin.menyalahkan waktu juga tidak bisa.karena waktu tidak bisa disalahkan.yang patut disalahkan itu sebenarnya diri sendiri.misalnya saya gitu,saya berani menyalahkan diri sendiri itu karena saya merasa ya saya yang salah.kenapa saya begitu santai.sementara banyak yang harus dilakukan selama santai tersebut.menyesal boleh tapi jangan terlalu larut.benar seperti seorang teman saya katakan, "SEORANG PELAUT YANG HEBAT TIDAK DILAHIRKAN OLEH OMBAK YANG DANGKAL" SESEORANG YANG HEBAT DI HIDUPNYA TIDAK DILAHIRKAN DENGAN HIDUP YANG MUDAH.oleh karena itu mulai sekarang saya membuat komitment dalam hidup saya sendiri.santai boleh tapi harus serius.karena apa karena terlalu serius juga tidak baik untuk kesehatan.hehe..

Jadi membagi waktu itu kembali ke kita nya lagi.sedikit ngaur namun ada benar nya.banyak orang sibuk tapi melupakan teman-teman nya karena dia menghabiskan waktu nya untuk bekerja.sekarang kondisinya kalau suatu saat nanti dia meninggal.yang berduka itu teman-teman nya.bukan perusahaan tempat dia bekerja.perusahaan di tmpat dia bekerja mungkin beranggapan beban nya berkurang satu.dan tidak perlu melakukan PHK secara langsung.dan mereka akan merekrut orang baru yang bahkan punya kemampuan lebih dari dia.jadi sekarang sesibuk apapun anda luangkan waktu anda untuk memberi kabar kepada orang-orang terdekat anda seperti keluarga,teman,saudara,pacar dan gebetan anda.selebihnya mungkin makhluk abstral yang ada di dunia antah berantah mungkin.kalau punya,kalau tidak jangan dicari.haha..sedikit guyonan saja,dan mohon maaf jika tulisan ini menyinggung atau tidak benar menurut anda.ini bukan teori ini hanya sharing pengalaman saja.kalian bebas memberi masukan di kolom komentar.dan bebas juga berdiskusi jika ingin berdiskusi.karena segala sesuatu jika didiskusikan akan menemukan jalan keluar nya kok hehe..selamat membaca blog yang ala kadarnya ini mohon maaf dan salam hangan dari alfius dedi 😊😊

Wednesday, October 31, 2018

Mengenal millenials dan keunikannya


Mengenal millenials dan keunikannya


Istilah generasi millennial memang sedang akrab terdengar. Istilah tersebut berasal dari millennials yang diciptakan oleh dua pakar sejarah dan penulis Amerika, William Strauss dan Neil Howe dalam beberapa bukunya. 

Millennial generation atau generasi Y juga akrab disebut generation me atau echo boomers. Secara harfiah memang tidak ada demografi khusus dalam menentukan kelompok generasi yang satu ini. 

Namun, para pakar menggolongkannya berdasarkan tahun awal dan akhir. Penggolongan generasi Y terbentuk bagi mereka yang lahir pada 1980 - 1990, atau pada awal 2000, dan seterusnya. Awal 2016 Ericsson mengeluarkan 10 Tren Consumer Lab untuk memprediksi beragam keinginan konsumen. 

Laporan Ericsson lahir berdasarkan wawancara kepada 4.000 responden yang tersebar di 24 negara dunia. Dari 10 tren tersebut beberapa di antaranya, adalah adanya perhatian khusus terhadap perilaku generasi millennial. 

Bukan itu yang ingin saya tulis sebenarnya.disini saya ingin menuliskan tentang beberapa pengalaman saya sebagai generasinmillenials,berbicara tentang pengalaman mungkin saya jauh dibawah orang-orang lebih dulu mengibarkan sayap nya di dunia ini.hehe.tapi namun apa yang ingin saya bagi silahklan diterima jika sependapat namun tidak memaksa juga,tapi jangan menghujat juga karena sejauh ini saya percaya bahwa setiap orang memiliki pandangannya masing-masing.dan saya juga tidak menjatuhkan kaum yang bukan termasuk kaum millenials.tapi hanya sekedar berbagi.ahh bacot lu us,atau ded.mungkin itu yang akan keluar dalam hati teman-teman semua.hehe

Oke langsung aja yaa..kaum millenials itu kaum yang kaya akan ide-ide kreatif namun tidak semua ide itu bisa kita sampaikan secara baik dengan lisan ataupun tulisan,mungkin itu dipengaruhi karena faktor tertentu,misalnya emosi nya yang bisa dibilang tergolong masih labil dan agak ceroboh sih kalau menurut saya.nah disini peran generasi sebelumnya sangat berpengaruh penting bagi kaum millenials dalam mengontrol emosi nya.karena kebanyakan dari kita lebih banyak bertindak dulu tanpa memikirkan akibat nya.

Nah beberapa bulan yang lalu saya dihubungi salah seorang teman saya untuk berpartisipasi dalam perkumpulan kaum millenials yang mana mereka menamai itu “Indonesian Millenials Art” tanpa pikir panjang lagi saya pun mengiyakan tawaran tersebut lalu mulailah suatu pertemuan kecil kecilan yang dibuat dan diatur dengan sangat teratur,namun disitu juga saya melihat seorang yang saya anggap itu bukan kaum millenials tapi disitu dia menjadi penasehat kami,takut kalau kami tiba-tiba dalam penyampaian ide itu terjadi cekcok karena kesalahpahaman.

Dan dari situ kami menyampaikan apa yang ingin kami sampaikan tanpa menyinggung atau menjelekan ide orang lain.justru kami malah mengkaji ide yang terdengar sangat unik dan kemudian menjadi mudah untuk diterima oleh semua kalangan.karena diera millenials ini banyak keinginan yang ingin dicapai oleh nya.namun banyak juga cibiran dari teman-teman nya,lalu dia menjadi minder dan ide nya pun mejadi stuck dan disitu-situ aja tanpa direalisasikan.namun apa yang menjadi tujuan utama dalam pencapaian utama itu sangat penting bagi saya.bergaul dengan orang-orang yang sepemikiran itu menjadi nilai tambah bagi saya.karena dengan penyampaian kata-kata kita yang sedikit aja mereka menjadi paham dan mengerti maksud kita ingin membuat apa.memang banyak juga konflik,tapi itu justru menjadi bumbu dalam pencapaian yang ingin kita capai.millenials itu generasi yang kaya akan pontensi ide-ide kreatif nya,namun sedikit ceroboh.nah mulai sekarang ayok teman-teman millenials ku yang budiman dan baik hatinya kita tunjukan kalau kita bisa.dan kita bisa menjadi lebih baik dari generasi sebelum nya.”SAATNYA MILLENIALS BERKARYA”

Wednesday, October 24, 2018

Tentang Suku Dayak Limbai di Melawi

Tentang suku Dayak Limbai di kabupaten melawi.
Tulisan kali ini sedikit berbeda.tidak mengangkat tentang pengalaman pribadi namun mengulas tentang suku dayak limbai yang ada di kabupaten melawi.sebenarnya tulisan ini akan saya rilis ketika file foto nya terkumpul.namun apa daya jemari ini sedikit nakal dan enggan untuk menahan lagi.tanpa berbasa basi lagi langsung saja kita simak dibawah ini.

Suku Dayak Limbai adalah sub suku Dayak Rumpun Ot Danum yang menempati Kecamatan Menukung (meliputi 25 kampung), Kayan Hulu dan Serawai di Kabupaten MelawiKalimantan Barat, Indonesia. Pemerintahan Adat Suku Dayak Limbai adalah Ketemenggungan. Terdapat 4 ketemenggungan pada suku Dayak Limbai di Kecamatan Menukung yaitu
  1. Ketemenggungan Pelaik Keruap meliputi kampung pelaik Keruap, Tanjung Beringin, Entubu, Lalau, Guhung Keruap, Pongga Hulu, Teluk Rabin, Labang Manyam.
  2. Ketemenggungan Batas Nangka meliputi kampung Bunyau, Batas Nangka, Landau Leban, Kenolin, Lengkong Sangsang, Nusa Pauh, Lanjau, Trapao Mawan.
  3. Ketemenggungan Mawang Mentatai meliputi kampung mawang mentatai, mengkilau, Nusa poring, Dawai, Sekujang, Beloyang
  4. Ketemenggungan Siai meliputi kampung Siai, Sungkup.
Suku Dayak Limbai, berdomisili di Kayan Hulu dan Serawai di kabupaten Melawi provinsi Kalimantan Barat Indonesia. Suku Dayak Limbai ini dikelompokkan ke dalam rumpun Ot Danum. Orang Limbai di Kecamatan Serawai bermukim di Nusa Bakti, Desa Nanga Mentatai, dan Karya Jaya.
Suku Dayak Limbai juga sering dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu orang Limbai Pantai dan Limbai Darat. Populasi suku Dayak Limbai di kecamatan Serawai berjumlah 1.047 jiwa dari keseluruhan penutur bahasa Limbai.
Tradisi lisan yang ada adalah cerita daerah dan pengobatan. Dalam cerita daerah dikisahkan mengenai cerita-cerita kepahlawanan. Dalam pengobatan cerita-ceritanya dilagukan. Lagu untuk pengobatan disebut belian. Tradisi pengobatan dilakukan selama satu malam, setelah itu barulah dia mulai menyembuhkan si sakit. Kebanyakan yang bisa melakukan ritual pengobatan ini adalah laki-laki. Hal ini berbeda dengan masyarakat dari suku Uud Danum, yang lebih banyak bisa melakukan ritual pengobatan ini adalah wanita, yang biasa di sebut jaja.
Masyarakat Limbai bermukim jauh ke arah daratan adalah dengan tujuan untuk menghindari para pengayau pada masa perang "kayau" pada masa dulu, dahulunya mereka lebih banyak berpergian melalui sungai. Dengan bermukim di tengah daratan, mereka sulit sekali ditemukan musuh-musuhnya. Suku Dayak Limbai tidak diketahui asal-usulnya, namun dari cerita turun temurun bahwa yang menjadi Temenggung pertama orang Limbai adalah Tumak Baya dari Kelopok dan Bonau dari Guhung Berajang. Sedangkan yang menjadi pemimpin Bonuh Limbai adalah Cai Elai dari Kelait.
Bahasa Dayak Limbai sangat mirip dengan beberapa bahasa lainnya di daerah Melawi, seperti bahasa Dayak Kubitn dan bahasa Dayak Kenyilu. Contoh persamaan kata yang menonjol adalah adanya kata abon untuk mengatakan ‘tidak ada’.
Masyarakat Dayak Limbai bertahan hidup dengan mata pencaharian utama berladang (sawah di perbukitan), menyadap karet. Sebagai mata pencarian tambahan mereka berkebun sayur-sayuran, memelihara ternak ayam dan sapi serta kehidupan hutan juga masih mereka jalani seperti mencari kayu untuk bahan bangunan sebagian untuk dijual dan mereka juga berburu binatang dan menangkap ikan. Tidak sedikit juga dari masyarakat Dayak Limbai bekerja sebagai pegawai negeri, karyawan swasta dan menjadi pedagang.

Thursday, June 7, 2018

Photografer dan Penulis


Antara photographer dan writter
   
   Tulisan ini saya buat karena banyak sekali polemic yang terjadi antara profesi photographer dan writer.karena ada beberapa writer yang mampu manulis dengan baik namun dia memerlukan data untuk mendukung tulisan nya maka dia memerlukan keahlian khusus untuk memotret atau memakai jasa photographer untuk mendukung tulisan nya.begitu pun sebaliknya dari sisi photographer itu sendiri.
    Baiklah dalam paragaraf ini saya akan menuliskan beberapa pengalaman yang saya rasakan selama saya momotret dan beberapa pengalaman yang teman saya alami sebagai writer.dalam hal menulis mungkin teman saya lebih baik dari saya,tapi dalam hal memotret saya juga belum tentu lebih baik dari teman-teman saya yang berprofesi sebagai penulis.kadang ada orang yang dianugrahi bakat yang luar biasa namun ada beberapa yang harus belajar dari awal lagi karena ingin  mencoba dua profesi tersebut.tapi semakin banyak anda menulis atau semakin banyak anda memotret maka keahlian anda akan semakin meningkat.karena semua nya butuh proses.dan tidak ada keberuntungan dalam hidup.karena keberuntungan itu diciptakan sendiri oleh setiap orang yang bersankutan.
   Dalam menulis ataupun memotret kedua nya saya sebut saling membutuhkan,sama halnya dalam hidup.manusia diciptakan untuk berpasangan lalu memiliki keturunan.begitu juga dalam profesi menulis dan memotret mereka harus saling melengkapi satu sama lain.karena jika ada informasi yang disampaikan dalam sebuah tulisan maka harus ada data pendukung berupa foto agar berita atau informasi yang ingin disampaikan lebih akurat.dan oleh karena itu alangkah lebih baik nya jika seorang fotografer memiliki pasangan seorang writer.karena mereka sangat cocok menurut saya.itu harapan yang saya harapan.namun itu hanya ekspektasi semata.hehe..
  Oke baiklah.dalam hal ini maka kita perlu memahami arti dari tujuan kita menulis ataupun memotret.karena  menulis ataupun memotret tidak  hanya untuk mengejar ketenaran semata,melainkan lebih kepada kepuasan diri.karena jika kita ingin menyampaikan keluh kesah kita maka dapat kita sampaikan melalui tulisan ataupun sebuah foto.karena mereka mewakili apa yang ingin kita sampaikan.baik itu perasaan senang maupun perasaan sedih.sembari menuangkan itu kita juga dapat belajar menghargai proses dalam belajar menghargai hidup.itulah mengapa saya mengangkat judul dari tulisan ini dengan judul “antara photographer dan writer”karena jika kita berkeinginan untuk membuat sejarah dalam hidup kita,kita perlu mengabadikan moment moment tertentu lewat sebuah foto dan sebuah foto perlu sebuah tulisan untuk menjelasan maksud tertentu dari foto tersebut.
   Tapi pada intinya mulai sekarang semua profesi itu sama saja,karena semuanya saling membutuhkan dalam kehidupan sehari hari,baik itu antara bos dan bawahan maupun antara relasi ataupun  rekan bisnis.maka ketika membaca adalah membuka jendela dunia,dan menulis sebagai pencipta jendela dunia,maka bagi saya memotret adalah kedua nya.karena mereka berdua adalah bagian dari memotret.karena keetika saya membaca tanpa diselingi gambar yang menarik maka minat membaca saya akan menurun.namun jika saya membaca dengan diselingi gambar-gambar menarik.maka saya akan lebih bersemangat dalam membaca.apalagi jika gambar yang saya lihat itu adalah hasil dari jepretan saya sendiri.
   Sekian ocehan dari saya sebagai pemotret yang amatiran tentang hubungan kedua profesi tersebut.dan mohon maaf atas kata-kata yang tidak tersusun rapi,karena klemampuan menulisku juga tidak baik.masih perlu bimbingan dan pembelajaran dari yang lebih senior.jika ingin mengomentari maka berilah komentar yang membangun.sekian dan terima kasih.tulisan berikutnya akan rilis satu minggu kedepan.

Dari Corona Hingga Bencana Banjir

 Cek cek... cekk... 1..2..3.... apa kabar kita semua nya? Gimana kabar nya saat ini? Masih begelut ketakutan akan virus covid-19 ataukah sud...