Monday, September 14, 2020

Dari Corona Hingga Bencana Banjir

 Cek cek... cekk... 1..2..3.... apa kabar kita semua nya? Gimana kabar nya saat ini? Masih begelut ketakutan akan virus covid-19 ataukah sudah terbiasa dengan virus tersebut? Harapan saya semoga baik-baik saja yaa. Ingat dimasa new normal begini tetap harus selalu sehat dan tetap baik-baik saja yaa.. jangan panik jangan risah. Bersyukur karena sudah diberi kesempatan untuk bisa berpergian kesana sini walau harus mengikuti protokol yang ada seperti wajib menggunakan masker, cuci tangan, berbekal hand sanitizer yaa.. biar tetap bisa bergerak aja. Hehe..
Oke langsung aja nih yaa.. berbicara Tahun 2020 ini sampai pada saat ini sudah hampir di penghujung tahun 2020 tepat nya sekarang sudah hampir pertengahan bulan September, tidak banyak hal yang kita lakukan namun banyak hal yang kita hilangkan. Misalnya ada beberapa dari kita kehilangan pekerjaan, kehilangan seseorang mungkin dan semoga tidak kehilangan jati diri sebagai manusia yaa.. hehe

Bagi saya pribadi, saya sendiri sudah merasa kehilangan banyak di Tahun 2020 ini, pertama saya kehilangan kebebasan saya dalam berpetualang, kedua saya kehilangan beberapa pekerjaan,dan ketiga saya merasa bahwa kalimantan khususnya kalimantan barat kehilangan status nya sebagai Jantung Borneo. Kenapa saya bilang begitu? Terutama di tahun 2020 bencana banjir terjadi sudah dua kali yang lumayan parah dan bahkan mematikan aktifitas masyarakat dan warga nya di masing-masing daerah yang terkena banjir. Beberapa daerah yang saya ketahui terkena banjir itu sendiri mancakup Kabupaten Kapuas Hulu, kabupaten sintang dan melawi. Itu yang saya ketahui saat ini.

 

Foto terkini banjir di kabupaten kapuas hulu. Foto istimewa oleh : Tomy wdf


Foto terkini banjir di kabupaten sintang,foto istimewa oleh: Emanuel luis

 

Foto terkini banjir di kabupaten melawi, foto istimewa oleh: Yeri Oscar

Nah dalam bencana alam seperti ini siapa yang ingin kita salahkan? Pemerintah? Masyarakat? Diri kita sendiri? Ataukah alam sendiri? Saya rasa kita tidak perlu untuk menyalahkan pihak manapun dan pribadi manapun. Kita cukup menjadikan ini semua sebagai pembelajaran kita saja yang kesekian kalinya, walaupun sebelum nya pernah terjadi tapi masih dianggap kurang pemahaman nya bagi kita. Hingga kita masih melakukan kesalahan yang sama dalam menjaga alam dan lingkungan kita. Saya sadar sampai pada saat tulisan ini saya buat saya tidak lebih baik dari siapapun.  Tapi mungkin saya berani bilang kalau saya mau belajar menuju hal lebih baik untuk menjaga supaya hal seperti ini tidak terjadi lagi. Namun saya hanya sendiri jika di bandingkan dengan jumlah penduduk kalbar yang mencapai 5.457.352 jiwa yang tercatat Tahun 2020 ini (sumber data dari dukcapil.kalbarprov.go.id)
Tulisan ini bukan bermaksud untuk menebarkan kebencian atau apapun itu hal-hal negative, namun tulisan ini dibuat karena rasa iba atau peduliku karena melihat kondisi lingkungan kita di tahun 2020 ini sangat memprihatinkan sekali menurut saya. Ibarat kata orang bilang, sudah jatuh tertimpa tangga pula. Corona belum berakhir dihantam banjir pula kan.

Namun hal positive nya yg patut saya acungkan jempol disini adalah bencana menjadikan kita memiliki kepedulian yang besar terhadap sesama yang terkena bencana tersebut, baik dukungan moral,materi dan tenaga yang dibuat oleh teman-teman aktivis dan ormas-ormas yang ada saat ini sangat membantu korban bencana. Hal lain yang saya banggakan sebagai orang kalbar asli adalah masyarakat yang terkena banjir mereka menyambutnya dengan lapang dada dan ada yang menjadikan sebagai wahana untuk berekreasi air dan bermain. Terlihat jelas di foto-foto yg teman-teman saya kirimkan kepada saya dalam tulisan ini yang saya cantumkan. Mungkin bukan karena mereka kehilangan rasa sedihnya, melainkan itu cara mereka untuk menghadapi situasi yang sulit seperti ini, dengan tidak larut dalam kesedihan yang mendalam. Dan lebih memilih untuk tertawa dan berlapang dada untuk menerima nya.
 Akhir dari tulisan ini yang ingin saya sampaikan adalah orang-orang di luar kalimantan mengenal pulau kalimantan adalah pulau yang kaya dan makmur secara kekayaan alam, sehingga tidak mungkin kita mengalami kesusahan disini. Tapi satu hal yang mereka tidak ketahui, mereka hanya melihat sisi luar yang indah nya saja, sehingga tidak sadar akan kesedihan dan tangisan masyarakat di dalam nya. Sama seperti kita yang terlihat baik-baik saja tapi sebenar nya kita tidak baik baik saja dalam menjalani hidup kita. Terima kasih dan maaf atas segala ketidak sengajaan yg terdapat di dalam tulisan ini.




Dari Corona Hingga Bencana Banjir

 Cek cek... cekk... 1..2..3.... apa kabar kita semua nya? Gimana kabar nya saat ini? Masih begelut ketakutan akan virus covid-19 ataukah sud...