Antara photographer dan writter
Tulisan ini
saya buat karena banyak sekali polemic yang terjadi antara profesi photographer
dan writer.karena ada beberapa writer yang mampu manulis dengan baik namun dia
memerlukan data untuk mendukung tulisan nya maka dia memerlukan keahlian khusus
untuk memotret atau memakai jasa photographer untuk mendukung tulisan
nya.begitu pun sebaliknya dari sisi photographer itu sendiri.
Baiklah
dalam paragaraf ini saya akan menuliskan beberapa pengalaman yang saya rasakan
selama saya momotret dan beberapa pengalaman yang teman saya alami sebagai
writer.dalam hal menulis mungkin teman saya lebih baik dari saya,tapi dalam hal
memotret saya juga belum tentu lebih baik dari teman-teman saya yang berprofesi
sebagai penulis.kadang ada orang yang dianugrahi bakat yang luar biasa namun
ada beberapa yang harus belajar dari awal lagi karena ingin mencoba dua profesi tersebut.tapi semakin
banyak anda menulis atau semakin banyak anda memotret maka keahlian anda akan
semakin meningkat.karena semua nya butuh proses.dan tidak ada keberuntungan
dalam hidup.karena keberuntungan itu diciptakan sendiri oleh setiap orang yang
bersankutan.
Dalam
menulis ataupun memotret kedua nya saya sebut saling membutuhkan,sama halnya
dalam hidup.manusia diciptakan untuk berpasangan lalu memiliki keturunan.begitu
juga dalam profesi menulis dan memotret mereka harus saling melengkapi satu
sama lain.karena jika ada informasi yang disampaikan dalam sebuah tulisan maka
harus ada data pendukung berupa foto agar berita atau informasi yang ingin
disampaikan lebih akurat.dan oleh karena itu alangkah lebih baik nya jika
seorang fotografer memiliki pasangan seorang writer.karena mereka sangat cocok
menurut saya.itu harapan yang saya harapan.namun itu hanya ekspektasi
semata.hehe..
Oke
baiklah.dalam hal ini maka kita perlu memahami arti dari tujuan kita menulis
ataupun memotret.karena menulis ataupun
memotret tidak hanya untuk mengejar
ketenaran semata,melainkan lebih kepada kepuasan diri.karena jika kita ingin
menyampaikan keluh kesah kita maka dapat kita sampaikan melalui tulisan ataupun
sebuah foto.karena mereka mewakili apa yang ingin kita sampaikan.baik itu
perasaan senang maupun perasaan sedih.sembari menuangkan itu kita juga dapat
belajar menghargai proses dalam belajar menghargai hidup.itulah mengapa saya
mengangkat judul dari tulisan ini dengan judul “antara photographer dan
writer”karena jika kita berkeinginan untuk membuat sejarah dalam hidup
kita,kita perlu mengabadikan moment moment tertentu lewat sebuah foto dan sebuah
foto perlu sebuah tulisan untuk menjelasan maksud tertentu dari foto tersebut.
Tapi pada
intinya mulai sekarang semua profesi itu sama saja,karena semuanya saling
membutuhkan dalam kehidupan sehari hari,baik itu antara bos dan bawahan maupun
antara relasi ataupun rekan bisnis.maka
ketika membaca adalah membuka jendela dunia,dan menulis sebagai pencipta
jendela dunia,maka bagi saya memotret adalah kedua nya.karena mereka berdua
adalah bagian dari memotret.karena keetika saya membaca tanpa diselingi gambar
yang menarik maka minat membaca saya akan menurun.namun jika saya membaca
dengan diselingi gambar-gambar menarik.maka saya akan lebih bersemangat dalam
membaca.apalagi jika gambar yang saya lihat itu adalah hasil dari jepretan saya
sendiri.
Sekian
ocehan dari saya sebagai pemotret yang amatiran tentang hubungan kedua profesi
tersebut.dan mohon maaf atas kata-kata yang tidak tersusun rapi,karena
klemampuan menulisku juga tidak baik.masih perlu bimbingan dan pembelajaran
dari yang lebih senior.jika ingin mengomentari maka berilah komentar yang
membangun.sekian dan terima kasih.tulisan berikutnya akan rilis satu minggu
kedepan.